Cara membuat tester sensor kertas printer canon
Cara membuat tester sensor kertas printer canon

By wahyu 04 Mar 2018, 22:24:19 WIBService Printer

Cara membuat tester sensor kertas printer canon

Keterangan Gambar : tester sensor kertas printer canon


kali ini kami akan mejelaskan beberapa cara untuk membuat sensor kertas tester atau sering di sebut sensor asf tester. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi komponen optocoupler mana yang rusak.
Yang perlu anda persiapkan tentunya alat dan bahan, seperti solder dan lem lilin saja
untuk bahan anda dapat mempersiapkan timah, konektor, kabel, resistor yang di sesuaikan dengan warna lampu lednya, lampu led, power 5v bisa di ambil dari port usb atau dengan power baterai
berikut skema dari alat asf tester
 

untuk resistor anda dapat gunakan dengan nilai yang sudah di sesuaikan berdasarkan rumus yang anda harus hitung. Bagaimana rumusnya. cek sesuai kebutuhan voltage led nya.

tegangan kerja atau volt atau voltage yang jatuh  pada sebuah LED berbeda-beda, menurut warna yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

Merah : 1,8 V – 2,1 V
Oranye : 2,2 V
Kuning : 2,4 V
Hijau : 2,6 V
Biru : 3,0 V – 3,5 V
Putih : 3,0 – 3,6 V

Mengacu data di atas, maka Apabila kita ingin mencari nilai resistor pada LED dapat anda gunakan rumus berikut:

R =(Vs-Vd) / I

Keterangan rumus:

R = Resistor
I  = Arus LED
Vs = Tegangan sumber( bisa battery 12V, atau sumber tegangan lainnya).
Vd = Tegangan kerja LED

A. Contoh Rangkaian LED dari sumber catu daya 12 Volt

Contoh 1. Misal kita mempunyai sebuah LED berwarna merah (tegangan kerja 1,8 Volt) yang akan dinyalakan menggunakan  sumber tegangan 12 Volt DC, maka kita harus mencari nilai resistor yang akan dihubungkan secara seri dengan LED.

Sebelumnya kita mengetahui bahwa arus maksimal yang diperbolehkan melalui LED adalah 20mA. Jadi dari contoh ini dapat diketahui bahwa:

– Tegangan yang digunakan  (Vs) : 12V
– Tegangan kerja LED  (Vd): 1,8V, dan
– Arus LED (I): 20 mili Ampere = 0,02 Ampere (karena 1000 mili Ampere = 1 Ampere).

Maka hambatan pada resistor atau R warna merah adalah sebesar:

R merah untuk 12 volt:
= (Vs-Vd) / I
= (12 volt – 1,8 volt) / 0,02
= 10,2 / 0.02
= 510 ohm

Contoh 2. Dengan cara yang sama  jika LED yang digunakan berwarna biru dan sumber catu daya 12 Volt, maka:

R biru untuk 12 volt:
= (Vs-Vd) / I
= (12 volt – 3 volt) / 0,02
= 9 / 0.02
= 450 ohm

B. Contoh Rangkaian LED dari sumber catu daya 5 Volt

Misal kita mempunyai sebuah LED berwarna merah (tegangan kerja 1,8 Volt) yang akan dinyalakan menggunakan  sumber tegangan 5 Volt DC, maka kita harus mencari nilai resistor yang akan dihubungkan secara seri dengan LED.

Sebelumnya kita mengetahui bahwa arus maksimal yang diperbolehkan melalui LED adalah 20mA. Jadi dari contoh ini dapat diketahui bahwa:

– Tegangan yang digunakan  (Vs) : 5V
– Tegangan kerja LED  (Vd): 1,8V, dan
– Arus LED (I): 20 mili Ampere = 0,02 Ampere (karena 1000 mili Ampere = 1 Ampere).

Maka hambatan pada resistor atau R adalah sebesar:

R = (Vs-Vd) / I
= (5-1,8) / 0,02
= 160 ohm

R merah untuk 5 volt:
= (Vs-Vd) / I
= (5 volt – 1,8 volt) / 0,02
= 3,2 / 0.02
= 160 ohm


selamat mencoba.



Share Artikel

Write a Facebook Comment

Komentari dari Facebook